Bab 151

924 Kata

Fabian duduk di kursi kecilnya di teras belakang, mengayun-ayunkan kakinya sambil menggigit roti tawar isi selai stroberi yang menempel sampai ke pipinya. Mata bulatnya menatap penuh rasa ingin tahu ke arah Mamanya yang sedang sibuk di taman bunga. Celine memakai topi lebar, tangannya cekatan memegang sekop kecil sambil menata tanah di pot besar berwarna putih. Di sekelilingnya, para pelayan dan tukang kebun membantu, membawa bibit mawar, mengisi tanah, dan mengatur pupuk organik. Fabian mengunyah rotinya cepat, lalu membungkuk untuk melihat lebih jelas. “Mama tanam apa tuh…” gumamnya pelan, suaranya mengandung rasa penasaran yang langsung memicu ide baru di kepalanya. Di depan Celine, tiga pot besar menunggu diisi. Di sampingnya barisan tukang kebun sedang mengangkut karung tanah kompo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN