Bab 31: Air dan Udara

1242 Kata

Saat matahari sudah tepat di atas kepala, Refan mengajak Lyra beristirahat di sebuah resto tepi sawah yang ada di dekat sana. Resto itu sangat ramai, tapi tempatnya yang nyaman membuat Refan menjadikannya pilihan pertama. Apalagi sekarang ia bersama Lyra, yang dari penampilannya saja, mungkin tak pernah makan di warung-warung kecil pinggir jalan. “Ramai banget. Kamu yakin mau makan di sini? Gak keburu laper?” tanya Lyra begitu Refan memarkir sepeda motornya. “Kamu mau makan di warung pinggir jalan?” “Enggak. Di sini aja. Tempatnya bagus di sini. Asri dan estetik,” tolak Lyra cepat. Lyra berjalan masuk dengan percaya diri mendahului Refan yang jelas lebih tahu mengenai tempat tersebut. Tapi kepercayaan diri Lyra membuat Refan membiarkannya. Refan cukup mengikuti Lyra dan mengarahkannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN