Bab 15: Penggerebekan

1098 Kata

Ponsel Lyra berbunyi, tepat saat Saras menutup pintu gerbang rumahnya. “Tepat waktu bener,” komentarnya sembari mengusap layar ponselnya. Wajah ibunya muncul di sana, dengan ayahnya sebagai latar belakang. Saras yang mengerti maksud perkataan Lyra, tertawa renyah. “Hai, Tante,” sapanya mengintip dari balik punggung Lyra. “Di mana?” “Baru sampai rumah Saras, Ma,” Lyra memutar kameranya menyorot halaman rumah Saras. “Besok kalau pulang terus Mama Papa sudah berangkat kerja, siapin makan sendiri ya.” “Iya.” “Jangan keluyuran lagi.” “Enggak, Mama. Udah sampai rumah Saras kan. Mamanya juga sebelas-duabelas sama Mama galaknya.” Saras tertawa. “Tenang, Tante. Aman sama Saras,” ucap Saras sembari mendorong pintu depan yang memang belum terkunci. Lyra menyudahi teleponnya dengan ibunya, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN