Bab 147.

2383 Kata

Jauh dari Zahra tidak mudah bagi Naka. Sekalipun dia tersenyum, namun senyum itu tidak mencerminkan perasaannya. Oh … rasanya sungguh hampa tanpa ada istrinya di sekitarnya. Sebenarnya rencana awal, Naka akan tetap pergi ke Singapura ikut penerbangan terakhir hari ini. Tidak masalah harus pulang pergi singapura-Indonesia dalam satu hari yang sama. Akan dia jalani agar bisa tetap tidur bersama istrinya. Namun, apa daya ketika banyak pekerjaan harus segera ia selesaikan setelah ia tinggal cuti satu minggu penuh. Bahkan hingga pukul 8 malam, Naka masih berada di ruang kerjanya bersama dengan sang asisten pribadi yang setia menemani. “Bos, makan dulu. Jangan sampai nanti kena maag karena lupa makan. Sebagai asisten pribadi, saya merasa bertanggung jawab untuk asupan tubuh Bos,” ujar panjan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN