Tepat di tengah malamnya. Gianna terlelap dengan pulas bersama dengan Ciara di atas ranjangnya. Sementara di luar, ada seseorang yang sedang mengendap-endap dan berusaha untuk membobol jendela rumah, yang tidak memiliki pelindung extra. Berbekal peralatan yang dibawa dan sambil melihat ke arah kanan dan kiri rumah yang nampak sepi. Jendela dicongkel dan berhasil terbuka dengan mudahnya. Seringai bibir menyembul bersamaan dengan tangan yang membuka lebar jendela tersebut, hingga tubuh tinggi nan kekarnya itupun masuk dan lolos hingga ke ruang tamu. Langkah kaki yang santai dan perlahan pun dilakukan hingga ke arah pintu sebuah kamar yang nampak tertutup rapat. Pegangan pintu diturunkan perlahan, hingga pintu tersebut didorong pelan dan terbuka juga. Dorongan dilakukan dengan lebih intens

