Gianna sudah kembali dari berpakaiannya tadi dan sekarang, malah giliran Delvin yang diam sambil melamun. Rasa kantuknya hilang mendadak dan berganti dengan resah. Pikirannya benar-benar jadi tidak tenang dan malah penuh hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu bersama Gianna dulu. "Ck! Argh!" Delvin memekik dengan tidak terlalu kencang dan kemudian mengusap wajahnya sendiri. Selanjutnya, dia pun menggeser tubuhnya dan turun dari atas tempat tidur. "Ayo cepat tidur. Kamu duluan saja yang tidur. Nanti tengah malam aku bangunkan," ucap Delvin sambil menunjuk ranjang dengan dagunya. Gianna tidak langsung berpindah dan melirik kepada Delvin dulu. Lirikan mata yang intens dan sama sekali tidak berkedip itu yang menyiratkan kecurigaan. "Apa? Kenapa lagi? Tenang. Aku tidak akan membawanya kem

