Gianna lakukan helaan napas dan kemudian memutar tubuhnya pelan-pelan hingga akhirnya ia saling berhadapan, dengan lelaki yang bola matanya langsung tertuju pada gadis kecil yang sedang Gianna gendong ini. Delvin menyunggingkan bibirnya dan berkata, "Benar-benar. Kenapa sembunyikan dia segala huh? Mau sampai kapan, kamu membodohiku terus? Jelas-jelas itu anakku. Dia sangat mirip denganku dan kamu mau mengelak apa lagi sekarang?" "Sejak kapan kamu mau punya anak? Bukannya, kamu cuma mau anak dari istri kamu yang itu kan?" Delvin tersenyum masam dan menatap remeh kepada Gianna. "Oh ya ampun. Jadi dengan alasan itu juga, kamu terus menerus menyembunyikannya? Iya? Ingatlah Gianna, ada darahku yang mengalir di tubuhnya juga. Dia anakku dan dia darah dagingku juga. Jadi sekarang, berikan dia

