Bab 72. Dendam Terbayar Lunas - 1

2229 Kata

Bisa dibayangkan semengerikan apa saat tangan Baskara yang telah membusuk dan muncul belatung itu tersiram air keras. Dagingnya yang telah lembek kehitaman penuh nanah, seketika melepuh mengerikan seperti terbakar. Jangankan belatung, tangannya saja jadi tak berbentuk. Bau busuknya yang tadi menyengat, sekarang makin tajam menyiksa penciuman. Anak buah Pras yang tadinya memegangi Baskara, bergegas menyingkir karena tidak tahan oleh baunya yang mengaduk perut mereka sampai nyaris muntah. “Arrgghhhh ….” Baskara menjerit pilu. Kejang gemetar dengan tubuh kaku saking tidak kuat menahan rasa sakitnya. “Hueeekkk ….” Bukan cuma Niko yang muntah, tapi cello lebih parah. Pakai masker dan menutup dengan kaos, nyatanya tak menghalangi bau busuk campur air keras itu menyiksa hidungnya. Terlebih pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN