. Cello blingsatan. Sebelum sempat dia mengalihkan pandang, Ezra sudah menghujamkan pisaunya ke perut Baskara. Dia yang gemetar justru lupa untuk berpaling. Melotot dengan mulut mangap melihat pria tua itu kelojotan. Ezra membenamkan pisau itu makin dalam, sebelum kemudian mencabut kasar dengan seringai puas. Tak ada erangan, hanya tubuh tremor dan darah merembes deras dari luka di perut Baskara. Ezra terkekeh menikmati derita bangsatt yang jadi otak pembantaian keluarganya dulu. saat bayang-bayang tubuh mereka yang bergelimpangan penuh darah, Ezra pun kalap menghujamkan pisau itu berkali-kali tanpa ke tubuh Baskara. Puas melihat darah merembes hingga ke lantai, dia mengambil air keras itu dari tangan Pras. “Mereka mencekoki orang tua dan kedua adikku dengan racun sebelum menembaknya. J

