Bagi Niko ini bukan lagi apes atau mimpi buruk, tapi terjebal ke pintu neraka yang sudah terbuka lebar. Mana pernah terlintas di benaknya, saat merasa sudah berada di tempat paling aman dan tak mungkin mereka temukan, justru sang iblis muncul begitu saja di hadapannya. Liam menyeringai dengan wajah bengisnya. Cengkraman tangannya mengerat, seperti ingin mematahkan leher pecundang bangsatt yang nyaris membuat mereka kehilangan Ezra dan Hera. “Le … pas!” gumam Niko melotot tersengal. Tangannya mencoba melepas cengkraman di lehernya, tapi sia-sia. Max beranjak bangun membuka pintu depan untuk mereka. Begitu melihat siapa yang muncul di sana, Niko meronta sebisanya. Xena, perempuan sialan yang sudah membuatnya jadi pria paling hina karena kehilangan keperkasaan itu tampak seperti algojo yan

