Di luar prediksi. Mereka yang tadinya datang memburu Hanum untuk mengetahui keberadaan Niko, justru menemukan fakta lain yang membuat Xena kalap. Entah dapat nyali sebesar itu dari mana, sampai Hanum berani melibatkan diri dalam rencana pembunuhan terhadap Ezra dan Hera. Kalau dipikir Ezra tidak pernah mengusiknya, justru Hanum yang berhutang budi atas semua kebaikannya dulu. Soal yang kemarin pun Ezra sudah berbesar hati tidak menuntut balas, tapi perempuan tidak tahu diri ini demi cintanya ke Niko malah sengaja setor nyawa. “Fitnah! Aku benar-benar tidak tahu apa-apa soal sopir truk yang menabrak anakmu.” Sayangnya sanggahan itu justru kontras dengan ketakutan di wajahnya. Hanum menggeleng. Perlahan mundur ketika Xena mendekat dengan amarah menguar di matanya. “Fitnah atau bukan,

