Bab 122. Derita Sadewa

3033 Kata

Bukan Sadewa kalau tidak tengil. Apalagi jika ada Juna. Makin keranjingan kelakuan mereka, sampai kadang di luar nalar. Taruhan yang kemarin membuat keduanya menanggung malu harus berkepala botak, rupanya tetap tidak memberi efek jera. Coba kalau orang lain ke kantor dengan rambut kuncung gitu, pasti malunya tidak ketulungan. Apalagi dengan jabatannya yang mentereng di perusahaan raksasa. Tapi lihat saja, Sadewa masih juga tidak ada kapoknya! Entah apa yang membuatnya malah kayak orang ketagihan datang ke gudang. Padahal tahu nyalinya tidak mendukung. Yang paling membuat semua orang greget, mulutnya suka celometan asal nantang taruhan. Iya, kalau menang sih tidak apa-apa. Masalahnya selalu kalah. Mana taruhannya juga konyol lagi! Itulah yang kemudian membuat mamanya naik pitam. Jeritan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN