Bab 121. Darah Dibayar Darah

2647 Kata

Menjadi pembunuh saat dirinya dalam keadaan hamil, bukanlah keinginan Nara. Dia juga was-was akan berdampak pada anaknya. Terlebih mendengar sumpah serapah mulut busuk Dikta ke anak di perutnya. Namun memori menyakitkan saat-saat terakhir hidup mamanya, membuat Nara tetap pilih berdiri di sana. Di hadapan para iblis serakah gila harta yang tega membunuh mamanya. Sejahat apapun Karina dan kedua anaknya, Nara tidak pernah peduli. Karena sejak awal dia menganggap mereka hanya hama di rumahnya. Tapi, luar biasa terluka setiap kali berhadapan dengan ketidakpedulian papanya. Sesakit apapun melihat keluarganya hancur karena perselingkuhan papanya, Nara tetap menganggapnya orang tua. Sebenci apapun dia karena tidak pernah dianggap anak dan disakiti mentalnya, Nara tetap berharap suatu saat hubun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN