Bab 117. Nara Tidak Sekuat Itu

2127 Kata

Duel sengit Elang dan Dikta berakhir dengan keduanya sama-sama terluka parah. Rega dan Biru yang kebetulan sedang di Mirror, datang lebih cepat karena letaknya lebih dekat dari situ. Sayangnya tetap terlambat. Saat sampai di sana, Elang sudah ambruk dengan luka tembak dan belepotan darah. Sempat berteriak panik, Biru membaringkan sepupunya itu di pelataran parkir. Merobek kemeja Elang, setelah diberitahu satpam kalau bahu dan lengan kirinya terluka parah. “Bang! Bang Elang!” Biru masih memanggil-manggil Elang. Rega menarik dasi dari saku kemeja Elang, untuk membebat kencang luka tembak di bahu. Itu akan membantu menghentikan pendarahan. “Bantu aku mengangkatnya ke mobil! Buruan!” Rega minta bantuan satpam. Biru berdiri membuka pintu belakang mobil mereka. Baru saja Elang mau diangkat,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN