Apa yang mereka khawatirkan pun akhirnya terjadi juga. Nara terpukul saat tahu rahasia keji yang disembunyikan keluarga tirinya selama ini. Semua jadi makin berat dia terima, karena kondisi fisiknya sedang tidak fit dan mental tertekan akan keadaan suaminya terluka parah setelah ditembak Dikta. Entah sesakit apa, mereka tidak bisa membayangkan. Sampai iba melihatnya gemetar kaku, menangis tanpa suara, lalu pingsan. David panik memeluk anaknya yang terkulai di pelukan. Henry dan Biru kemudian membopong tubuh Nara ke springbed di sebelah. Air mata David meleleh mengusap kepala anaknya. Hingga kemudian terisak lirih. Gumam ucapan maaf terdengar di dekat telinga Nara. Tapi percuma saja, karena anaknya tidak sadarkan diri. Rasa bersalah seperti mata pisau, menyayat-nyayat hatinya. Dialah oran

