Sudah balik lagi ke Indonesia menjelang race 2 selanjutnya yang akan diadakan 2 minggu lagi, Rafli tidak merasa tenang. Kali ini bukan karena race, melainkan karena seorang perempuan. Rafli masih memikirkan Zee! Rafli ingat, dulu Zee sering mengatakan 'good luck' padanya sebelum dirinya memulai balapan. Sekarang? Boro-boro. Perempuan itu berdiri di sebelahnya bak patung. Rafli berkali-kali memandangi dari arah samping, berbanding terbalik dengan dulu yang dia tahu Zee diam-diam mencuri pandang padanya. Di balik kacamata hitam yang dikenakannya, dulu Rafli tahu perempuan itu sering melirik ke arahnya. Sejak waktu itu bertemu saat hendak memasuki lift, Zee semakin menghindar dan Rafli susah menemuinya. Di area sirkuit pun, perempuan itu cepat berlalu dari hadapannya. Ketika sedang memayun

