Jagoan tak boleh lemah, apa lagi sampai sakit. Maka dari itu, Rafli beranjak sejenak dari depan rumah Zee untuk mengisi perutnya. Lapar. Bersaing dengan Bayu, masa iya dia nanti sakit karena jarang makan? Yang ada, dia tak bisa bergerak maju jika sampai sakit. Tidak, Rafli tak mau si Bayu-Bayu itu semakin mepetin Zee. Meski kata Zee barusan mereka telah berpacaran, Rafli pantang menyerah. Kan masih pacaran, masih bisa direbut. Belum sah di mata hukum dan agama. Lagi juga, Bayu bukan temannya. Rafli tak harus memikirkan etika pertemanan. Lain cerita jika Bayu adalah temannya. Rafli kembali beberapa saat kemudian ke rumahnya Zee setelah mengisi perutnya. Baru saja memarkirkan di posisi seperti tadi, ada sebuah mobil sedang mewah berhenti di belakang mobilnya, dengan posisi bagian depannya

