9.Favorit Semua Orang!

1948 Kata

Halim menghentikan mobilnya di sebuah rumah, cukup besar dengan halaman yang luas. Taman-taman terawat. Dia tersenyum melihat ada sekotak pasir dengan beberapa mainan di sana. Ada mainan lain seperti mobil-mobilan kecil dan sepeda dengan empat roda berwarna merah muda. Semua pasti punya Felora. Halim segera turun, baru menutup pintu tepat Kikan keluar bersama Felora. Hatinya langsung menghitung mundur, yakin Felora akan memanggilnya seperti biasa. “Uncle dokter!” seruannya dengan semangat. Dia menuruni beberapa anak tangga di teras, Halim meraup tubuhnya yang beraroma manis. “Sebentar!” Halim berjongkok, menjauhkan wajah dan menatap wajah Felora. “Wah, wajah baru?!” Semula rambut Felora panjang sepunggung, kini sebahu lebih sedikit. Rambut anak itu memang tebal. Berponi yang semakin me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN