Kikan yang pulang dengan wajah cemas, juga mengobati luka di telapak tangannya jadi menimbulkan satu pertanyaan besar dari Oma. “Kamu membuat Oma takut, bahkan Felora juga bisa takut kalau kamu seperti ini, nak.” Kata Oma, duduk mengambil alih tisu dari tangan Kikan, ia mengobati luka di telapak tangan Kikan. "Sebenarnya ada apa? Kenapa bisa seperti ini, Kikan?” tanya Oma. Kikan menatap Oma, dari matanya yang berkaca-kaca Oma tahu sesuatu yang tak diharapkan baru terjadi. Sedangkan Kikan sendiri takut Oma pun jadi ikut terbebani pikirannya bila tahu alasan yang terjadi, “Hanan menghubungimu lagi?” “Ya, terparahnya dia di Jerman. Sudah di Berlin, menuju Hamburg. Besok ia minta aku menemuinya.” “Astaga! Apa yang dia mau dari kamu?!” Oma sampai terkejut dapat informasi itu. Kemudian men

