Bab 81-Keputusan Papa 2

1538 Kata

"Kamu datang lagi, Bella. Padahal sudah aku katakan kalau barang-barangmu yang masih tertinggal akan aku kirim secepatnya," ucap Sakti dengan tak berselera. Lelaki itu sedang bersiap untuk pergi ke kantor. Ada beberapa hal penting yang harus ia kerjakan sebelum siangnya menghadiri persidangan perceraian mereka. "Mas mau kerja?" Sakti menoleh. "Seperti yang kamu lihat." "Bella, maaf aku belum bisa kasih kamu kompensasi yang layak. Kamu tahu kondisi keuangan perusahaanku, kan? Tapi semua yang aku berikan padamu itu, kalau ditotal masih di atas lima milyar. Harusnya tidak kurang, kan?" Sakti berusaha memberi pengertian. Jangankan memberi kompensasi atau gono-gini pada Bella. Bahkan beberapa asetnya saja sudah terjual untuk menutup kerugian kantor. "Terserah Mas aja mau gimana. Lagian aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN