Bab 82-Hukuman yang Pantas!

1606 Kata

Kondisi Sakti tak ada perubahan. Memasuki hari kedua, ia masih dalam masa koma walau dokter mengatakan sudah melewati masa kritisnya. Sora tidak mau ke mana-mana, tetap di rumah sakit untuk menemani papanya. Ersya juga selalu ada di sampingnya. Bahkan ia sendiri yang mengurus administrasi maupun konsultasi dengan dokter yang menangani Sakti. Sora menoleh saat merasakan dekapan di bahunya bersamaan dagu Ersya yang bertumpu di kepalanya. “Kita makan ya, aku beli makanan kesukaan kamu," bujuk Ersya. Sora tak mau kian menyusahkan Ersya, ia juga tahu harus menjaga dirinya untuk tetap sehat dan bisa mengurus Sakti. “Ya, sebentar lagi.” “Nanti makanannya keburu dingin,” Ersya mengingatkan. “My Queen,” “Iya,” angguknya, Ersya mundur dan menyatukan tangan mereka. Mengajak Sora untuk duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN