Jebakan!

4015 Kata

Reema berbaring di sisi tempat tidur, menatap langit-langit dengan pikiran yang sulit dijinakkan. Ia sudah mencoba menenangkan hati sejak tadi, tetapi setiap kali mengingat peristiwa hari ini—Mami yang menurut Dante sudah mengetahui apartemen mereka—dadanya kembali sesak. Ia tatap suaminya, yang untuk pertama kali setelah renovasi rumah orang tuanya akhirnya Reema menginap bersama suaminya walau dengan situasi yang tak baik. Dante di sisi lain tempat tidur sedang duduk dengan ponsel di telinga, berbicara dengan suara rendah namun tegas. Reema mendengar sepintas potongan kalimatnya. . . “Aku sudah pastikan berulang kali laporan keuangannya… ya, ada gap di proyek Surabaya. Kamu pikir kita bisa alihkan dana sementara? Tidak, terlalu berisiko... ada cara lain?” Itu suara Dante yang penuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN