“Apa kamu gila, Dante?! Kamu jelas tahu siapa Reema. Dan harusnya kamu tahu kalau dia tidak layak untukmu!” Hestia menghardik Dante. Meski sudah curiga cukup lama mengenai adanya sesuatu yang dirahasiakan antara putranya dengan Reema, tapi mendengarnya langsung dari mulut Dante tetap berhasil memancing emosinya. Bagaimana mungkin Dante bahkan berani mengakui Reema di hadapan maminya? Suasana tegang membuat Reema mematung, ia tidak menduga sama sekali jika akhirnya Dante mengatakannya. “Dante tahu! Dante tahu lebih banyak soal Reema dari pada Mami. Tapi justru itu, Mi, yang membuat Dante pada akhirnya memilih Reema,” balas Dante, ia tahu jika Mami tidak akan pernah berhenti. Lagi pula, Dante sudah muak harus kucing-kucingan dengan Mami. Hestia memegangi dadanya, rasanya mulai sesak m

