Waktu Bersamamu

3609 Kata

Ruang rapat terasa dingin meski AC hanya dipasang di suhu normal. Suara kertas dibalik, pena beradu dengan buku catatan, dan sesekali suara batuk kecil terdengar. Pak Anggara duduk di kursinya dengan wajah serius, kedua tangan bersedekap di atas meja. Di sampingnya, Meiska tampak fokus menatap layar laptopnya, jari-jari lentik itu menari di atas keyboard. Dante duduk tegak di sisi meja lainnya, jas hitamnya tampak rapi, dasi abu-abu tergantung sempurna di lehernya. Sorot matanya dingin, beralih dari satu dokumen ke dokumen lain dengan teliti. Hans berdiri di belakangnya, siap jika sewaktu-waktu Dante meminta tambahan data. "Jadi begini, Pak Dante," ujar Pak Anggara membuka pembicaraan, "projek Tanjung Priuk ini cukup besar. Saya ingin semua data pemasok dan vendor yang masuk benar-benar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN