Long Distance

3188 Kata

Ruang kantor sore itu penuh dengan hiruk-pikuk aktivitas para pekerja di dalamnya. Printer berbunyi nyaring, notifikasi email masuk bertubi-tubi, dan suara telepon yang tak kunjung berhenti. Reema berjalan cepat di lorong, map biru di tangan kiri dan tablet di tangan kanan. Napasnya sedikit tersengal, tapi ia tetap menjaga senyum ramah saat beberapa staf menyapa. “Bu Reema, laporan dari penanggung jawab proyek di Semanggi sudah ada. Tapi ada revisi kecil dari pihak vendor.” “Taruh di meja saya, ya. Nanti saya cek sebelum pulang,” jawab Reema sambil tetap melangkah. Langkahnya berhenti di depan ruang bagian pelaksana. Ia masuk, disambut beberapa staf yang sudah menunggu. “Baik, apa ada kendala di bagian supply hari ini?” tanyanya sambil langsung menyalakan tablet. Seorang supervisor men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN