Perempuan Sang Pewaris [2]

3108 Kata

Ruang rapat lantai tertinggi itu masih menyisakan sisa aroma kopi dan wewangian otomatis ruangan. Jendela kaca raksasa membingkai langit Jakarta yang mulai meredup, matahari sore menyemburatkan cahaya keemasan yang jatuh miring ke dalam ruangan yang tengah ia tempati. Nadav, sang komisaris utama, duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Tubuhnya masih tegap, tetapi matanya sedikit sayu, ada letih yang jarang ia perlihatkan pada siapa pun. Di seberangnya, Reema sibuk merapikan beberapa berkas di meja kerja Dante. Sikapnya sopan, tenang, dan penuh hormat—sama persis seperti pertama kali Nadav mengenalnya tiga tahun silam. Ia memperhatikan diam-diam. Cara Reema berbicara selalu singkat, tidak berlebihan, penuh kesantunan. Tidak ada satu pun gestur yang bisa ia anggap mencurigakan. Semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN