Hampir Kehilangan Semuanya

2606 Kata

Dante memijat pangkal hidungnya. Ia menghela napas berat, lalu berucap pelan namun tegas, “Untuk sekarang, nggak perlu. Kasihan anak istrimu kalau harus ditinggal-tinggal. Masalah di sini cukup rumit. Aku nggak yakin kamu bakal bisa pulang dalam waktu singkat. Kamu bantu dari sana saja.” Suara di seberang sana terdengar lirih tapi padat tenaga. “Aku bakal tetap datang kalau situasi makin parah. Tapi sementara ini, aku bantu dari sini dulu. Aku akan coba bicara sama beberapa kenalanku. Dan bernegosiasi dengan mereka. Siapa tahu ada dari mereka yang bisa menjadi investor baru kita.” Dante memejamkan mata sejenak. “Makasih, tapi—” "Nggak perlu berterima kasih. Lagi pula, itu sudah jadi tugasku. Selama ini kamu sudah baik hati mau menanggung semua beban itu sendirian. Aku nggak mungkin lep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN