Menangislah

1934 Kata

Raka yang ikut ke halaman belakang, menatap penuh khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh adiknya, dia sungguh takut, kalau adiknya akan celaka sekarang. Raka menelan salivanya. Yoseph, Kinan, dan Yora duduk di kursi yang ada di sana. Memerhatikan Gibran yang memasang peluru ke pistol tersebut. Lelaki itu berjalan menuju pada vas bunga yang sudah tidak terpakai. Ada tiga vas bunga, lalu menyusunnya. Gibran mengusap tengkuknya dan merengangkan tangannya. Mata Gibran bertemu dengan mata Raka yang masih saja menatap khawatir ke depan. “Lo tenang aja Raka, gue bakalan awasin.” Gibran menarik pelatuk pistol dengan tenang dan tanpa menatap pada vas bunga. Vas bunga langsung pecah. Gibran menatap pada tembakannya, lalu matanya menatap pada Selena yang mengerjapkan matanya berulang kali.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN