Bab 52. Pelarian Jenewa, Swiss – Klinik Helwing, Pukul 03.15 CEST Kesadaran Aurora menipis seperti benang sutra yang ditarik paksa. Aroma gas bius itu tidak menyengat, justru terasa manis dan memabukkan, seperti wangi apel busuk yang menyelinap ke dalam paru-parunya. Ia mencoba bangkit, namun lututnya terasa seperti terbuat dari lilin yang meleleh. Lantai marmer yang dingin terasa seolah-olah berubah menjadi rawa yang menghisapnya ke bawah. "Ayah..." bisiknya sekali lagi, namun suaranya hanya berakhir sebagai gumaman serak yang tak mampu menembus masker oksigen yang mulai dipasangkan secara paksa oleh pria-pria di depannya. Pria-pria itu bergerak dengan efisiensi yang menakutkan. Mereka mengenakan seragam taktis biru tua tanpa lencana yang jelas, namun Aurora mengenali jenis ikat ping

