Bab 51. BAYANG-BAYANG DI BALIK PROYEK SELENE Laut Jawa – Kapal Motor Cepat, Menjelang Fajar Mesin kapal menderu, membelah ombak yang tenang menuju daratan Jakarta. Di belakang mereka, asap hitam masih membumbung dari tempat Pulau Nirwana pernah berdiri. Di dalam kabin yang sempit, suasana terasa jauh lebih dingin daripada udara laut. Kaelen—yang kini kembali memasang topeng Elias Valente—duduk diam sambil menatap tablet yang berhasil menyelamatkan fragmen terakhir dari Project Selene. Di sampingnya, Aurora menyandarkan kepala pada dinding kabin, mencoba mengatur napasnya yang masih memburu. "Berapa banyak yang mereka tahu, Ayah?" tanya Aurora pelan. Suaranya pecah, dibayangi ketakutan seorang ibu. Kaelen tidak langsung menjawab. Ia menggeser layar, menampilkan grafik biometrik yang sa

