Laura terbangun dengan perasaan aneh. Awalnya, ia menyadari bahwa kamar itu berbeda dan tidak tahu di mana ia berada. Namun suara-suara dari luar, terutama bunyi klakson, membuatnya segera mengerti. Ia bersama Marco, dan pria itu bebas melakukan apa pun terhadap dirinya. Laura bahkan tidak benar-benar mengingat wajah pria yang kini menjadi suaminya, yang kepadanya ia diserahkan layaknya barang dagangan yang dijual oleh orang tuanya. Namun ia mengingat rumor tentang dirinya—bahwa ia dikenal mampu menjatuhkan lawan-lawannya dengan mudah. Seharusnya ia mencari tahu lebih banyak tentang pria itu melalui ponselnya. Namun sikap apatis yang menguasainya membuatnya bahkan tidak terpikir untuk melakukannya. Ia mendekati jendela. Laura tidak pernah memiliki banyak pengalaman dengan lingkungan sepe

