Ella keluar dari kamar yang ditempati Helena bersama saudara laki-lakinya, putus asa membayangkan kemungkinan mengalami nasib yang sama: sebuah pernikahan di mana setiap hari menghadirkan alasan baru untuk dipukul, ditampar, atau bahkan ditendang. Seluruh tubuh Helena dipenuhi luka. Saat memasuki lorong berikutnya, ia terkejut melihat seorang pria bertubuh besar bak banteng, dengan tatapan yang sama menakutkannya dengan tatapan Javier, berdiri di depan pintu kamarnya. Menyadari ketakutannya, pria itu hanya berkata: “Saya Stefano, Nona. Bos yang mengirim saya.” Ia menyerahkan sebuah tas dan duduk di kursi yang diletakkan tepat di depan kamar Ella. Ella bertanya-tanya apakah pria itu memang berniat duduk di sana sepanjang hari seperti anjing penjaga. Ia membuka tas tersebut dan menemukan

