Kalandra benar-benar kesal pada Neona. Bukan kesal yang meledak, bukan amarah yang perlu suara tinggi, melainkan jenis kemarahan dingin yang membuat keputusan diambil tanpa ragu dan tanpa perlu bertatap muka. Pagi itu, sebelum matahari naik sempurna di atas garis laut, sebuah surat peringatan resmi sudah ditandatangani. Ringkas, tegas, prosedural. Tidak ada nama depan, tidak ada kenangan. Hanya fungsi dan konsekuensi. Ia tidak menemuinya. Ia memang tidak berniat. “Pindahkan yang bersangkutan,” katanya kepada staf administrasi operasi. “Ke Jakarta atau ke mana pun. Yang jelas, bukan di satu ruang dengan saya.” Perintah itu berjalan cepat. Terlalu cepat untuk sebuah masa lalu yang tiba-tiba muncul dan mencoba berdiri di ruang yang bukan miliknya. Namun imbasnya tidak berhenti di situ. P

