Kolonel dan Laksamana

2443 Kata

“Mama!” teriak Marsha begitu pintu ruangan terbuka. Suaranya serak, tapi penuh kegembiraan yang tidak bisa disembunyikan. Matanya langsung berkaca-kaca ketika melihat Maisa didorong dengan kursi roda oleh Andika. Rambut Mamanya sedikit diikat rapi, wajahnya tampak pucat namun matanya hidup, penuh rindu dan amarah yang tertahan rapi. “Marsha,” Andika memeluk putrinya tanpa ragu, tanpa peduli selang infus dan monitor di sekitar. Pelukan seorang ayah yang menahan banyak hal semalaman. “Maafin Papa,” suaranya bergetar. “Papa nggak ada di sini pas kamu berjuang. Papa… bangga sama kamu. Bangga sekali.” Marsha memejamkan mata sebentar, membalas pelukan itu dengan tangan yang masih lemah. “Emang sengaja, lagian disini udah ada Mas Kalandra sama Kinar. Jadi gak apa-apa, tengah malam juga kan.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN