Karma Mengerikan

1895 Kata

Berbeda dengan Anaya yang beberapa hari terakhir mulai merasakan ketenangan baru dalam hidupnya, rumah keluarga Haryo justru dipenuhi suasana yang jauh dari damai. Rumah besar itu terasa berat, seperti menyimpan udara yang penuh kecemasan dan kemarahan yang tidak pernah benar-benar mereda sejak kematian nenek mereka. Tirai ruang makan masih tertutup setengah, membiarkan cahaya pagi masuk dalam garis-garis tipis yang jatuh di meja panjang tempat keluarga itu biasa berkumpul. Namun pagi itu, tidak ada percakapan ringan, tidak ada suara sendok beradu santai dengan piring. Yang ada hanyalah ketegangan yang menggantung seperti awan gelap. Anelle masih mengurung diri di kamarnya. Sudah seminggu sejak pemakaman neneknya, dan selama itu pula gadis itu hampir tidak pernah keluar dari kamar. Maka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN