Sebenarnya, pertemuan itu tidak lagi memiliki arti yang besar bagi Marsha seperti dulu. Tidak ada lagi amarah yang tersisa, tidak ada lagi keinginan untuk melihat Ayumares jatuh lebih dalam, atau membayar semua yang pernah ia lakukan. Justru yang tersisa hanya satu hal yang sederhana yaitu kesadaran bahwa perempuan itu memang bukan bagian dari hidupnya lagi. Dengan meninggalkan eyang mereka, Ayumares sudah membuat pilihan sendiri, dan bagi Marsha, itu cukup untuk menjawab semuanya. Ia tidak perlu menuntut apa-apa lagi. Tidak perlu berharap keadilan versi emosionalnya terpenuhi. Ia sudah berjalan terlalu jauh untuk kembali menoleh. Terlebih sekarang, ketika hidupnya telah terisi penuh oleh Kalandra dan anak-anaknya, masa lalu itu terasa seperti bayangan yang semakin samar, tidak lagi mengg

