“Emang seriusan nggak apa-apa, Mas, kalau kita terlambat ke rumah Kak Michelle?” Pertanyaan itu keluar hampir bersamaan dengan Anaya yang sedang berdiri di depan cermin, merapikan anting kecil di telinganya. Wajahnya terlihat sedikit cemas, matanya sesekali melirik ponsel yang sejak tadi memunculkan beberapa pesan masuk dari Michelle yang jelas bukan tipe orang yang sabar menunggu tanpa komentar. Gabriel yang sedang mengenakan jam tangannya di belakang hanya melirik sekilas, lalu mendekat perlahan. “Tidak apa-apa.” “Ini udah lebih dari satu jam loh kita telat,” lanjut Anaya, kali ini menoleh penuh. “Kak Michelle pasti sudah nungguin.” “Dia tidak akan marah.” “Mas, itu Kak Michelle…” Anaya menghela napas kecil. “Dia pasti ngomel.” Gabriel berdiri tepat di belakangnya, tangannya naik p

