Gelap

1178 Kata

“Kak Fira kenapa tinggalin Lila? Kakak ayo bangun. Kenapa diam saja?” “Adek kalau nangis terus nanti badannya panas lagi. Ayo, kita ke kamar buat istirahat. Nanti keluar lagi saat Kak Fira akan dibawa ke rumah barunya.” “Ngak mau, Oma. Lila mau sama Kak Fira.” Gadis kecil itu terus menangis di dekat jenazah sang kakak. Sejak kedatangan Safira di rumah duka Kalila tak henti-hentinya menangis. Dia memeluk tubuh dan menciumi wajah kakaknya. Oma Azizah tak bisa menenangkan cucunya karena dia sendiri tak kuasa menahan air mata yang terus membanjiri wajahnya. Gadis cantik yang murah senyum kini menutup kedua matanya dengan rapat. Suara lembutnya tak dapat didengar lagi oleh keluarga dan teman-temannya. Safira terlihat damai dan nyenyak dalam tidurnya hingga tak mau bangun untuk selama-lamany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN