Setelah Arsya dengan terang-terangan mengatakan telah jatuh cinta pada Safira. Kini, Ihsan sebagai Papa posesif yang mengambil alih mengantar dan menjemput putrinya ke kampus. Alasan Ihsan menolak Arsya hanya satu dan itu bukan masalah umur. Restu tidak akan pernah dia berikan jika sepupunya tak mau menjawab pertanyaannya. Indira telah mengajak putrinya bicara dari hati ke hati. Benar dugaan Ihsan jika Fira telah jatuh cinta pada Arsya. Gadis itu bahkan menangis saat menceritakan soal perasaannya. Dia takut jika Ihsan marah dan kecewa padanya. “Mas, aku mau makan siang di luar. Mau ikut apa tidak?” “Makan siang sama siapa?” “Si kembar. Mau cobain menu di cafe baru yang ada di seberang kantor.” “Aku nitip aja ya, Sayang. Masih banyak kerjaan.” “Okay, nanti aku kirim menu yang ada di

