Calon Menantu?

1251 Kata

“Mama, hiks ... hiks.” “Kenapa nangis, Sayang? Papa dan Mama nggak marah sama Fira.” Safira menangis di pelukan Mamanya karena merasa bersalah telah menyembunyikan masalah dari orang tuanya. “Maafkan, Fira.” “Sayang, lain kali kalau ada masalah jangan disimpan sendiri.” Ihsan hanya menatap putrinya tanpa mengatakan apapun. Rasa kesal dalam hatinya tak kunjung mereda. Informasi yang diberikan oleh orang kepercayaannya dan juga menantunya membuatnya semakin murka. “Fira pikir Pak Dygta akan berhenti mengganggu setelah bertemu dengan Om Arsya. Ternyata tidak, Ma,” terangnya di sela tangisan. “Pria itu bukan orang yang baik, Sayang. Kamu tidak akan bisa melawannya sendiri.” Indira meminta kekasihnya untuk membantunya menenangkan putrinya dengan isyarat mata. Indira yakin jika Safira tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN