Akhir Kisah Bahagia

1572 Kata

“Firaaaaaaaaaaa ...” Suara teriakan Ihsan Dirgantara menggema di seluruh lantai dua kediamannya. Hingga membuat semua orang berlarian menghampirinya. Indira sampai membawa Baby Yusuf yang masih memakai handuk. Sementara Titan dan Kalila membawa peralatan dapur. Jangan tanya Ammar bagaimana? Dia hanya memakai kolor tanpa kaos. “Ada apa, Mas?!” “Safira mana, Ma?” Ihsan membawa kotak berwarna merah marun yang tergeletak di meja belajar putri keduanya. “Lagi siram bunga di taman samping. Duh, Papa teriak-teriak bikin orang jantungan,” omel Indira. Titan dan Kalila mengelus dadanya saat tahu tak terjadi apa-apa dengan saudaranya. Setiap kali Ihsan dan Indira beserta kedua anaknya menginap di rumah Titan, pasti ada saja kehebohan yang dibuat oleh sang papa. “Kenapa ada cincin di kamarnya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN