Sudah dua minggu lebih Arsya selalu terbangun tengah malam dan meminta makanan yang susah didapat. Jika tidak bisa menemukan makanan yang diinginkannya akan berujung menangis hingga pagi hari. Ihsan selalu menjadi korban keanehan menantunya. Dia tak mengijinkan putrinya pergi keluar tengah malam untuk mencari makanan. Sebagai mertua idaman dia rela berkeliling Jakarta dalam keadaan lelah dan mengantuk. “Mama buatin saja ya. Jam dua pagi tidak ada yang jual bubur ayam.” “Mau bubur ayam depan komplek, Ma ...” rengek Arsya. “Telepon penjualnya suruh buat sekarang.” “Tidak ada yang punya nomor telponnya,” jawab Indira. Sejak tadi dia merayu menantunya agar tak menangis lagi namun tidak berhasil. Sementara Safira berusaha menahan kantuknya untuk menenangkan sang suami. Pukul satu pagi Arsy

