“Sayang ...” “Iya, Mas. Ada apa?” “Aku tidak bisa menemukan jam tanganku.” “Semuanya sudah aku taruh di tempatnya. Coba dicari sekali lagi. Pasti ada kok.” Arsya dan Safira telah kembali ke Jakarta. Kini, keduanya tinggal di kediaman Kakek Fathir. Jika, Safira masih libur kuliah. Berbeda dengan sang suami. Sepulangnya dari bulan madu Arsya langsung sibuk dengan segunung pekerjaan. Membuatnya harus lembur setiap hari dan di hari libur pun kadang tetap berangkat ke kantor. “Sudah aku cari berulang kali, Adek.” “Terus?” “Tidak ada.” Hari-hari Safira yang biasanya tenang kini berubah setelah menikah. Suaminya selalu merengek manja membuat hidupnya semakin berwarna. “Tumben pilih-pilih jam tangan. Biasanya asal ambil.” Safira mencari jam tangan bayi besarnya dengan teliti. Begitu bany

