EP. Safira&Arsya Perdebatan Antara Pria Tua

1305 Kata

“Papa, sendiri saja. Mama kemana?” Ihsan mengacuhkan sepupunya yang baru saja duduk di depannya. Lebih memilih membaca harga saham perusahaan di ipadnya. “Aku bawa pisang goreng kribo, Pa. Yakin nggak mau?” Dalam hati Ihsan sudah ingin mencomot pisang goreng yang bau harumnya menusuk hidungnya. Apalagi penampilan kremesan diatas pisang itu semakin membuat air liurnya terasa ingin menetes. “Hmmm, sesuai ekspektasi ku. Pisang goreng kribo benar-benar enak.” Calon menantu kurang ajar memang. Sudah tahu calon mertuanya tengah jual mahal padanya malah semakin gencar menggodanya. “Kenapa kamu tidak pulang?!” “Ngapain pulang kalau jantung hatiku ada di sini.” “Sana pulang! Tengah malam masih bertamu. Dasar tidak sopan,” omel Ihsan. Sesekali matanya melirik ke arah pisang goreng yang ada d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN