Sepulangnya dari kantor Arsya tak langsung pulang ke rumahnya melainkan menjemput Safira lebih dulu. Kekasihnya tengah membantu Neneknya mempersiapkan penyambutan Tim Akreditasi yang akan datang besok pagi. Wajahnya terlihat berseri-seri meski tenaganya terkuras habis oleh pekerjaan yang tidak ada habisnya. Sebelum turun dari mobil Arsya merapikan penampilannya lebih dulu agar terlihat rapi. Tidak lupa memakai parfum supaya Safira tidak muntah mencium bau keringatnya. “Belum pada pulang?” “Lembur, Om. Persiapannya belum selesai. Masih banyak yang harus dikerjakan.” “Mau pulang atau ikut lembur?” tanya Arsya. “Pulang saja. Enggak boleh sama Nenek ikut lembur.” Arsya menggandeng tangan kekasihnya menuju ke parkiran mobil. Sebelum mengantar Safira pulang dia berencana mengajak gadis itu

