Arsya dan Safira tertangkap basah saat ingin pergi keluar setelah makan malam. Harusnya mereka tak perlu lewat pintu depan karena di samping villa ada jalan setapak yang langsung tembus ke parkiran mobil. Namun, Fira harus mengambil tas yang tertinggal di meja makan. Jadilah, acara kaburnya ketahuan oleh sang papa. Akhirnya, keduanya mendapatkan omelan dari Bapak Ihsan Dirgantara. “Hanya sebentar, Pa. Tidak akan pulang larut.” Arsya sudah mulai membiasakan memanggil Ihsan dengan sebutan Papa. “Sejak pagi kalian sudah jalan-jalan. Pulang hanya untuk makan malam lalu pergi lagi. Memangnya mau kemana?” “Menghabiskan waktu berdua. Besok aku akan pulang ke Jakarta.” “Bagus!” “Oke kalau begitu aku ajak Fira pergi sekarang,” ucap Arsya. “Heh, siapa yang kasih izin!” seru Ihsan. “Tadi bila

