“Terus kamu diam saja, Dek?!” “Enggak, Kak. Aku tolak langsung permintaannya.” “Dengan nada suara seperti ini?” Safira mengangguk. Kini dia berada di rumah sang Kakak. Setelah menjemput Kalila, dia mampir ke rumah Titania. Tujuannya ingin curhat soal kelakuan Zahra yang secara terang-terangan ingin menggoda Arsya. “Harusnya kamu jambak saja. Percuma bicara baik-baik sama Perempuan gatal.” “Zahra itu pandai bersandiwara, Kak. Kalau Fira melakukan kekerasan bisa-bisa dia bakal jadi korban dan aku pihak yang bersalah.” Titan gemas sendiri dengan perempuan yang mencoba mengganggu hubungan adiknya. Dia tentu saja tidak akan tinggal diam. Meski Safira terlalu lembut tapi ajarannya sudah berhasil dilakukan dengan baik. “Main cantik saja, Dek.” “Maksud Kak Titan?” “Si Perempuan gatal itu

