Arsya menunggu Safira di parkiran kampus sudah lebih dari setengah jam. Kekasihnya itu tak mengijinkan dia menjemput sampai depan kelas karena takut dirinya di goda teman-teman Safira. Safira posesif sekali seperti sang papa. Memiliki pacar sudah matang namun berwajah tampan dan tajir membuatnya ketar-ketir. Setiap kali Arsya ada pekerjaan di luar kantor Safira selalu minta PAP dua puluh menit sekali. Meski merepotkan Arsya tak pernah menolak permintaan sang kekasih. Dia justru merasa senang dan dicintai jika Safira posesif dengannya. “Sayang ...” panggil Arsya. “Aku cari nggak ketemu ternyata ganti mobil.” “Maaf, Sayang. Aku lupa kasih tahu sama kamu.” Arsya turun dari mobil untuk membukakan pintu. Safira sudah tidak protes karena percuma. Kekasihnya pasti tetap melakukan hal romant

