She Said Yes!

1170 Kata

Kalimat lamaran yang sama sekali tidak romantis justru mendapatkan hasil sesuai keinginan Ihsan. Wanita yang dicintainya dan juga anak-anaknya akhirnya mau menerima lamarannya. Indira mengatakan ‘Iya’ dengan anggukan kepala. Memang hanya satu kata namun bisa menumbuhkan jutaan bunga di dalam hati Ihsan Dirgantara. “Istriku ...” “Masih calon, Mas.” “Tidak masalah. Sebentar lagi kita akan menikah.” “Yakin mau menikah sebelum Titan lahiran?” “Iya, sesuai keinginannya.” “Nikah di KUA saja, Mas. Gak perlu bikin acara meriah. Malu kita udah tua.” “Irit banget, Yang. Kasihan uang-uangku jika tidak dihambur-hamburkan.” Kesombongan Ihsan muncul kembali di saat hatinya tengah bahagia. “Ingat anakmu masih dua, Mas. Butuh biaya sekolah.” “Soal sekolah sudah ada tabungan sendiri, Yang. Maksud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN