Kaca mobil depan retak karena terkena puluhan peluru. Untung saja mobil Ihsan memiliki kaca anti peluru jadi peluru itu tak sampai tembus ke dalam. Kedua mobil yang menyerangnya tadi sudah berhasil dihadang oleh para anak buahnya. Kini, tinggal satu mobil yang berada di depannya. Ada seorang yang terus menembaki kaca bagian depan mobilnya tanpa henti. Hingga Kalila terbangun dan menangis ketakutan. Dengan terpaksa Ihsan mengeluarkan kemahirannya dalam menembak karena anak buahnya kewalahan menghadapi serangan. Dia menembaki ban mobil didepannya berkali-kali. Ihsan hanya berniat menghentikan mobil itu agar tidak bisa menyerangnya kembali. Cittttttt ... Brakkkk!!!!! “Lanjutkan saja, Pak.” Titah Ihsan. “Kita akan memberi mereka pelajaran setelah mengantar pulang Kalila.” “Siap, Pak!” Fa

